Jumat, 14 November 2014

Borobudur dan Kerajaan Nabi Sulaiman.as...?

Membaca   judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai   tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda.   Sebab, Nabi Sulaiman  AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan   keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan   Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah.   Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.
 
 
Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah  Nabi  dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum   Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara  itu,  Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah   nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi   atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak   orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila   disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.
 
 
Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi   Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari   Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari,   Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan   candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.
 
Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur   merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa   bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar   itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai   pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.
 
Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli   matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan   peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.
 
 
Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya   menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti   sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau   negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit,   dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman,   bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya   Ratu Saba, dan lainnya.
 
Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam  surah  An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan   lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur  merupakan  peninggalan Sulaiman.
 
Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM,   sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut   banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah   Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.
 
Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya   menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa   bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan   yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman 
 
 
 
Menurut   Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang   ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik   dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran.   Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi   warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab   Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada   relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga   oleh seseorang.
 
"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan   menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat   ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan   keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang   demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS   Al-Baqarah [2]: 248).
 
Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah   wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin  pun  menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum   tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.
 
Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat   patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung   Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi   itu adalah Candi Prambanan.
 
Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS   An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief   Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief   hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.
 
Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan   bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi   Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung   Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu.   "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak   akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan.   Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi   Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini   juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.
 
Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah   Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus   bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna   hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.
 
Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim)   menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit   sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.   "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang   besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang   ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari   pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).
 
Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan   kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya   nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan,   Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud.   "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).   Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk   kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah   kolam di Candi Ratu Boko.
 
Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah   Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi   Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit.   "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang   dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.
 
Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya   yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di   Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan   Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan,   dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat   Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan   Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi   Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana   dengan pembaca?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar